Thursday, May 18, 2017

Giant Bow, Arhanud Buatan Cina Yang menewaskan TNI dalam Latihan PPRC

Giant Bow
Kabar duka datang dari TNI yang sedang melaksanakan Latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) di Natuna - Riau, kemarin pada hari Rabu pada saat Gladi bersih PPRC. Empat orang prajurit TNI AD dari Satuan Arhanud Kostrad Kepulauan Riau tewas saat penembakan pesawat RC sebagai sasaran latihan. Menurut informasi dari TKP kecelakaan terjadi diduga karena diduga disebabkan malfungsi dari meriam pelontar peluru kaliber 23 mm. Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadipenad) Brigjen Arm Alfret Denny Tuejeh. Diduga karena mengalami kerusakan pembatas laras/ pengatur elevasi sehingga posisi laras turun dan tidak terkendali.Sejumlah anggota TNI yang berada di lokasi gladi bersih terkena tembakan. Alhasil sejumlah anggota TNI dilaporkan tewas dan sebagaian lainnya luka-luka. 


Empat orang yang meninggal, yakni Komandan Baterai (Danrai) Kapten Arh Heru Bayu, Pratu Ibnu Hidayat, Pratu Marwan, dan Praka Edy. Sementara prajurit yang luka-luka, yakni Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Sertu B Stuaji, Serda Afril, Sertu Blego Switage, Pratu Ridai, dan Pratu Didi Hardianto.

Giant Bow atau disebut juga Shengong merupakan alutsista buatan Cina yang dapat dikendalikan secara manual atau otomatis dengan integrasi sistem. Arhanud tersebut merupakan jiplakan dari ZU-23-2 produksi Rusia. Meriam tersebut punya bobot 1.250 kg, dan dipindahkan ke lokasi tempur dengan ditarik oleh truk. Meriam yang dioperasikan oleh lima personil itu, bisa langsung difungsikan dalam waktu sekitara lima menit. Giant Bow adalah alat utama sistem senjata (alutsista) dibawah Yon Arhanudri 1 Kostrad, yang bermarkas di bilangan Serpong, Tangerang – Banten.

Data Teknis Type 80 Giant Bow 23mm


§  Produksi                                       : Norinco, Cina
§  Kecepatan Proyektil                      : 970 meter per detik
§  Kecepatan Tembak                       : 1.500 – 2.000 proyektil per menit
§  Berat kosong                                : 950kg
§  Lebar Siap Angkut                        : 1,83 meter
§  Lebar SiapTempur Roda Terlipat    : 2,88 meter
§  Tinggi Siap Angkut                       : 1,83 meter
§  Tinggi Dalam keadaan terkunci      : 1,22 meter
§  Sudut Putar                                 : 360 derajat
§  Sudut Elevasi                               : -5 sampai 90 derajat


Dari data teknis yang ada, saya agak aneh dengan sudut elevasi yang tertera yaitu -5 sampai 90 derajat, yang artinya bahwa senjata arhanud tersebut mampu menembak ke bawah melebihi sudut mendatar. Agak mengherankan memang ketika alutsista arhanud mempunyai elevasi sampai -5 derajat, dilihat dari fungsinya pun untuk apa elevasi sampai -5 derajat? Sedangkan sasaran Arhanud merupakan pesawat udara yang berada diatas. Dalam doktrin pertempuran juga Arhanud berfungsi sebagai tabir udara alias penangkis serangan udara, kemampuan elevasi sampai 90 derajat sangat diperlukan namun -5 derajat sama sekali tidak diperlukan. Ada type serupa yang berada di rteleri Marinir, mamun menurut sumber yang minta dirahasiakan bahwa alutsista tersebut memang kurang bagus hal itu diketahui setelah diadakan serangkaian uji tembak yang dilakukan. 

Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi, dan agar tidak terjadi lagi hendaknya dalam pembelian alutsista perlu diadakan uji coba terlebih dahulu untuk diketahui kelemahannya sebelum memutuskan pembelian dan distribusi ke kesatuan-kesatuan.

No comments:

Post a Comment

untuk koment silakan bebas yang penting tidak mengandung SARA