Sunday, May 21, 2017

Menentuhan Hari Selamatan Meninggal Adat Jawa Berdasarkan Weton



Dalam tradisi Jawa ketika orang meninggal maka keluarga yang ditinggalkan akan melakukan selamatan mulai hari meninggalnya (ngeblak), nelung dina (tiga harinya), mitung dina (tujuh harinya), matang puluh dina (empat puluh harinya), nyatus dina (seratus harinya), mendhak sepisan (setahun meninggalnya), mendhak pindo (dua tahun meninggalnya), nyewu (seribu hari meninggalnya). Dalam menentukan hari dan tanggalnya kelihatan mudah kalo masih nyatus dina namun setelah selamatan mendhak sampai dengan nyewu tentu bukan hal yang mudah, dalam tradisi jawa ada perhitungan hari dan pasaran atau biasa disebut weton. Berdasarkan weton inilah orang Jawa melakukan perhitungan selamatan, ada rumus-rumus yang dipakai agar menentukan hari dan tanggalnya menjadi mudah. Baiklah mari kita sama-sama belajar melakukan perhitungannya, ya itung-itung nguri-nguri atau melestarikan tradisi.

Sebelum penghitungan hari dimulai, perhatikan dulu 2 tabel hari di bawah ini yang merupakan tabel hari dan pasaran serta rumus untuk perhitungan hari selamatannya :

rumus weton
Sekarang ambil satu kasus, orang yang meninggal pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 pada jam 18.10 (Maghrib). Karena pada jam 18.10 matahari sudah terbenam, maka hari kematiannya terhitung jatuh pada hari Rabu Wage. Karena menurut perhitungan hari adat Jawa, pergantian hari terjadi pada saat matahari terbenam.

Pertama kita tentukan dulu hari selamatannya menggunakan rumus yang di atas. Untuk contoh kasus di atas, bisa dilihat contoh perhitungannya pada tabel di bawah ini :

tabel rumus weton
Kalo merasa ribet dengan hitungan di atas, bisa juga menggunakan tabel di bawah ini. Gampang banget kok caranya, tinggal cari hari dan pasarannya di kolom "Meninggal" selanjutnya catat hari selamatannya yang sebaris dengan hari dan pasaran meninggalnya. Sekali lagi yang perlu diingat adalah pergantian hari dalam adat Jawa adalah saat terbenamnya matahari (Maghrib / Surup), kalo sudah Maghrib berarti sudah ganti hari.
tabel weton selamatan meninggal
Hari dan pasaran udah dapet, tinggal nentuin tanggal masehinya biar gampang bikin catetannya hari dan pasaran selamatannya dulu. 
Contoh kasusnya masih sama, meninggal pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 pada jam 18.10 (Maghrib). Karena pada jam 18.10 matahari sudah terbenam, maka hari kematiannya terhitung (Jawa) jatuh pada hari Rabu Wage 16 Desember 2015. Untuk menentukan tanggal masehinya bisa dipake rumus di bawah ini : 
tabel rumus
Untuk 40, 100, dan 1000 hari pake salah satu rumus yang ada. Yang penting hasil penjumlahan tanggalnya gak membuat bulan meninggalnya berubah, setelah itu baru pake rumus bulannya. Contohnya perhitungan untuk kasus di atas bisa dilihat pada tabel di bawah ini :
rumus tanngal selamatan
Nah, perhitungan hari dan tanggal selamatan orang meninggal udah selesai dan tinggal di rangkum hasilnya.

hasil perhitungan
Selesai sudah perhitungan hari selamatanya, tinggal di print dan di berikan ke saudara saudara  agar bisa saling ngingatkan. O iya, berhubung ada perbedaan antara kalender Masehi dan kalender Jawa, kadang hasilnya kurang pas antara hari dan pasaran dengan tanggal Masehinya. Jadi ada baiknya di cek lagi tanggal Masehinya apakah udah pas dengan hari dan pasarannya apa belum. Yang perlu menjadi pegangan adalah wetonnya, apabila ada selisih hari dengan tanggalan masehi maka gunakan perhitungan weton sedangkan tanggal Masehinya menyesuaikan.

No comments:

Post a Comment

untuk koment silakan bebas yang penting tidak mengandung SARA